BUDIDAYA JAHE sebagai USAHA BINAAN KIM TLOGOMAS dalam PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN HASIL TANAM

IMG_20141029_140727 IMG_20141029_140714 IMG_20141029_140739-1

Terinspirasi dengan dinginnya kota Malang dan nilai ekonomis jahe merah yang tinggi, Aron Sukmatanto memiliki niatan untuk mengembangkan kegiatan pemanfaatan dan pengolahan hasil tanam berupa budidaya jahe sebagai salah satu binaan bagi warga Tlogomas. Aron selaku salah satu pengurus KIM Tlogomas memfokuskan pada pembinaan masyarakat di wilayah RW 07 RT 02 untuk melakukan pemanfaatan dan pengolahan budidaya jahe yang memang secara keilmuan sudah dimiliki..

Dikatakan pemanfaatan karena budidaya jahe ini memang dibudidayakan di lahan yang sempit dan terbatas serta menggunakan pupuk organik yang diolah sendiri oleh masyarakat. Sedangkan hasil dari budidaya jahe ini diolah menjadi produk berupa jahe bubuk yang dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat bahkan sekarang ini sudah memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

Macam macam jahe yang dikembangkan oleh Aron berupa jenis jahe, emprit/lokal, jahe merah, jahe hitam dan jahe gajah. Berhubung untuk rasa dan nilai ekonominya yang paling baik dan untuk budi daya di lingkungan yang sempit atau terbatas adalah jahe merah.

CARA TANAM JAHE MERAH

Untuk permulaan yang perlu di siapkan adalah :

1. Bibit jahe yang sudah berumur lebih dari 1 bulan

2. Tempat untuk menanam adalah polibag atau pot

3. Media tanam adalah tanah katel, sekam padi dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1

4. Perawatan yang baik dengan penambahan media setiap satu sampai satu setengah bulan

5. Kurang lebih berumur delapan bulan keatas jahe sudah bisa dipanen dan diproduksi

Untuk penanaman jahe selanjutnya tidak memerlukan bibit seperti awal tapi cukup dengan mengambil kira-kira mengambil 3-5 rtumpun yang muda dengan jalan di potong pakai pisau supaya akar tidak rantas (jawa) karena pengaruh pada pertumbuhan selanjutnya.

CARA PENGOLAHAN JAHE MERAH INSTAN

Awal bahan yang diperlukan adalah :

  1. Jahe yang sudah dibersihkan kemudian di blender/giling dengan ditambah air secukupnya guna mengambil sari pati atau tepung jahe. Kemudian diperas sampai maksimal.
  2. Hasil dari sari pati di panaskan diwajan dengan api kecil sampai sari pati berubah agak kental kurang lebih satu jam terus ditaburi gula pasir dengan perbandingan 2 kg jahe segar dan gula 1 kg.
  3. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna adonan tadi di goreng dengan api kecil kurang lebih 2 jam sampai menjadikan serbuk jahe hitam.
  4. Untuk variasi rasa bisa ditambah dengan : sere, keningar, kencur dll menyesuaikan selera.

Jahe instan ini tanpa menggunaan bahan pewarna, pengawet, pemanis buatan dan bisa bertahan sampai enam bulan dengan bentuk kemasan kedap udara.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.